Tuesday, November 01, 2005

Matahariku,

dia matahari.
aku pernah tidur sepanjang malam dengan macam macam bunga tidur.
dan suatu hari aku terbangun dengan sebuah sapaan hangat.
aku menggeliat dan menemukan sebuah cahaya,
yang membuat mataku terbuka perlahan.
disana ia menyinari sepanjang hariku.
bahkan aku jadi takut malam,
karena aku akan kehilangan matahariku.
aku takut dia tidak ada ketika aku terbangung.

matahariku,
kamu jangan pernah sirna, yah!
jangan meninggalkan aku tanpa cahaya mu.
aku sangat menikmatinya.
hangat yang kamu berikan,
kenyamanan yang aku rasakan,
semuanya nampak indah dalam siang yang terik.
walaupun dahaga mematahkan semangat,
aku akan tetap bertahan,
karena kamu ada bersamaku.

matahariku,
aku sangat takut kamu hilang.
ditutup awan atau gerhana.
jangan hilang sebelum waktunya terbenam!
bahkan jika mungkin, jangan pernah tenggelam.

matahariku,
kamu yang membuat biasan warna pelangi di langitku.
setelah hujan, kamu muncul dibalik awan dan bersinar.
kemudian muncullah warna warni di langitku,
itulah hiasan pelangi karya mu...

matahariku,
warnai terus langit ini...
kamu yang membuat semuanya indah.
kamu telah membangunkanku dari mimpi sepanjang malam.
kamu adalah sesuatu yang sangat berarti.
kamulah matahari yang tetap bersinar di langitku,
yang telah mencerahkan hati ini dan membuatnya bahagia.

matahariku,
kini kamu bukan yang selama ini ada.
kamu tidak lagi menyinariku setiap harinya,
kamu hanya sesaat menyinari,
tapi cahaya itu tetap mencerahkan langitku,
walaupun kamunya tak bersamaku.

matahariku,
jika suatu hari nanti kau lelah menyinari dunia,
langit ini mungkin saja masih menunggu,
untuk kembali membuat biasan warna warni langit..

matahariku,
terimakasih ku hanya kepadamu.

No comments: