Wednesday, October 10, 2007

gw mulai memikirkan skoliosis gw (maaf gw ga tau spellnya). mengetahui bahwa dipa suka sakit di punggungnya, kalo abis main bola. terpikirkan yang marco bilang, 'orang tuh kalo sakit harus diobatin!'. mengetahui kak nanda (kakaknya anto) mengikuti pengobatan dengan rompi baja. dan mengingat punggung gw yang sakitnya lebay banget sebelom dapet, dan waktu dipijitin katanya itu kaku banget, di deket tulang punggung, gw jadi takut.

dan kemaren, waktu ulangtaun NYK, si alfon sama fanny (pacarnya) bercerita tentang seorang sensei leo. adalah seorang 'dokter' cina gitu di daerah pluit, dimana alfon menangani salah urat, tulang-tulang bergeser akibat main basket, juga fanny yang menguruskan badan dengan totok dan diet dari si sensei tersebut. dia praktek pengobatan yang kaya tradisional gitulah. akhirnya gw, kak febby, sama ito berencana kesana hari selasa abis lebaran. langsung!

hmm.. semoga saja berhasil. at least, tulang gw jadi lebih baik lah, bentuknya! hehehee..

Saturday, October 06, 2007

.. dan Ketika

ketika waktu t'lah menciptakan cerita tentang kita,
mestinya semua indah kini yang terasa.
sejujurnya kadang aku pun tak mengerti,
peran apa yang kita jalani..
sebenernya yah je, elo tuh udah tau jalannya kemana.. tapi sama lo dibuat jadi 'yaudahlah, jalanin aja, dulu..', dibawa duduk-duduk dulu, dibawa jalan santai dan pelan-pelan.. di jalan nangis dulu, ketawa-ketawa, bikin kenangan ini itu.. muter-muter aja lo, ah!

bilakah waktu tlah menentukan saatnya.
saat untuk bersama, saat-saat kita jelang bahagia.
percayalah sayang bukan aku tak sayang,
bila cinta tak mampu bertahan.

seindahnya cinta ini tak kan seindah,
bila ku milikimu, dan ku milikmu.

bila memang bukan kita,
yang tentukan kemana arah cinta ini, kan membawa..
berikanlah aku satu jalanmu Tuhan,
agar aku mengerti apa yang kita jalani kini.
elo tinggal tunggu aja waktunya. jadi, elo tinggal memperlambat finish-nya aja sih, ya? hahhahahaa.. padahal garis finishnya udah keliatan, je! heran gw sama lo.. ckckck..

tetaplah tersenyum, yakinlah waktu t'lah tentukan saatnya,
waktu untuk bersama, aku denganmu..
baaayuu! ga usah heran-heran deh! elo tuh emang tai, yaaa! hahahahaa.. lagu apa lagi nih, yang mau lo perdengarkan selanjutnya?!

emang paling engga bener deh, kalo masuk mobilnya bayu! selalu aja ada soundtrack untuk semua orang, di setiap suasana, di setiap waktu. tapi, mau lagunya sedih, keadaannya buruk, tetep aja bawaannya ketawa ngakak! dan gw, untuk yang kesekian kalinya, mendapatkannya lagi.. emang paling bisa bikin orang diem karena lagu deh lo, nyet! bahkan menjelang saur aja, elo masih bisa bikin masalah. hahhaa!


- ... dan Ketika : Maliq & d'essentials -

Monday, October 01, 2007

the 'fight'

maaf untuk semua yang aku sembunyikan, dan semua yang akhirnya kamu tahu. aku tidak pernah bisa bicara, dan menyimpannya sendiri. ya, dan sekarang kamu tahu semua. apa yang aku simpan selama ini. apa yang tidak pernah aku katakan. apa yang aku rasakan terhadap kamu. tolong mengerti aku, karena aku lelah untuk selalu mengikuti jalan pikiranmu. untuk selalu menuruti sikapmu.

rasa itu tinggal setengahnya, mungkin. tapi yang pasti rasa itu sudah tidak lagi sama seperti awalnya. aku tidak mau lagi memanjakan diri. aku tidak mau lagi bergantung dan berharap. jika kamu mau berubah, aku akan membantu. tapi kamu menang, sayang. kamu berhasil mendidikku. karena ketika kamu terjatuh, aku masih bisa bertahan. menahan emosi, menahan tangis, menahan kecewa, menahan rasa kesal, dan menahan diri untuk berkata-kata. walau akhirnya aku menangis, mengeluarkan rasa kesal dalam pelukanmu. aku hampir membencimu! aku hampir membencimu, karena akhirnya aku kalah. aku menangis lagi. aku kesal dan hanya bisa menangisinya. memalukan!

terlalu banyak yang aku lupakan, untuk aku complain ke kamu. setelah kemarin aku menghabiskan malam dengan seorang sahabat di mcd, mengeluarkan semua yang aku rasakan. semua yang membebaniku. bukannya aku bermaksud untuk tetap merahasiakan, tapi kepalaku tidak sanggup memikirkan semua. seandainya aku bisa mencaci kamu hari ini, seperti aku mencaci kamu dibelakangmu kemarin malam, aku akan melakukannya.

yang aku ingat, aku bilang, kamu singa jantan yang terlalu merasa kuat dan jadi raja rimba. terlalu merasa bisa hidup sendiri dan berlalu begitu saja. berburu, makan, dan tidur. aku bilang, aku kambing yang tenang, memang santai dan bermalasan, tapi kambing tetap menangis saat ia akan dikurbankan.. singa? mana ada singa yang dikorbankan. dia terlalu kuat, dan terlalu senang menantang maut. lalu aku juga bilang, aku kesal saat aku mencoba mengingat-ingat masa-masa awal kita, dan ketika aku mengatakannya pada kamu, kamu membalasnya seperti 'hii.. jijik!' walau mungkin menurut kamu menjijikan, tapi itu yang sudah terjadi. kamu terlalu hidup di masa sekarang, terlalu menutup mata akan apa yang lalu. terlalu mengkotakan sebuah kenangan, dan kenyataan. hhh.. sudahlah.

sekarang kita jalani saja semua ini. akhirnya lihat nanti.


I'm not fine, I'm in pain. It's harder everyday. Maybe we're better off this way?
It's better that we break